ov_32

Berbagi Moment Indah Di Borobudur

Hei, Bailina lagi di sini. Setelah perjalan ke Ujung Kulon, harmoni dalam keluarga kami tercipta dengan adanya si Bronzee. Seakan keranjingan, kami pun menemukan satu metode baru untuk membuat waktu kami semakin berkualitas.

Meski sehari-hari kami bergumul dengan pekerjaan kami masing-masing, dengan kehadiran Si Bronzee, waktu bersama kami bisa tercipta manakala akhir pekan dan liburan tiba. Salah satunya, kisah perjalanan kami yang satu ini.

"Selanjutnya kemana ya, Beh. Sebentar lagi kan libur panjang?" Tanyaku ke si Abeh. Pertanyaan simpel itu, memang tidak dijawab dalam kata-kata oleh suamiku. Namun, seakan memiliki ide dan rasa yang sama soal kualitas kebersamaan keluarga. Tanpa banyak bicara, Abeh selalu memberikan kenangan-kenangan indah bersama Si Bronzee.

"Borobudur, Yuk" kata si Abeh.

"Hah, Jogja? Yang bener Beh?" Gumamku dalam hati, tapi sumringah. Sebab, perjalanan jauh ini pasti membuahkan waktu yang sangat-sangat berkualitas untuk kami sekeluarga.

"Hayu, hayu, Beh..!! Kapan? Tanyaku.

"Besok, ajak Teh Elis (kakakku) dan keluarganya sekalian,” jawab si Abeh.

Tanpa berfikir lama, aku kontak Elis Jazilah, kakaku. Aku ajak dia untuk menikmati perjalanan lanjutnya dengan Si Bronze ke Borobudur. Ajakan itupun Diamini olehnya. Persis H-1 sebelum Natalan, Aku, Teh Elis, Bang Dunih (Suami Kakakku), Abdan (6 tahun) dan Moza (2 tahun) beserta Abeh, Kun Athira dan Kun Shahzad, berangkat ke Jogja.

Awalnya sempat ragu juga untuk melakukan perjalanan ini. Karena perjalanan kali ini sangat jauh bagiku, yang belum pernah naik kendaraan pribadi ke Jogja. Ditambah lagi, apakah muat 8 orang di mobil Datsun yang mungil ini? Tapi, karena ingin berbagi kebahagian dan ingin menciptakan waktu berkualitas bersama keluarga kakakku, niat ke Jogja Aku kuatkan.

Tepat pada 24 Desember 2014 malam, Aku bersama keluarga Teh Elis pun mantap melaksanakan perjalanan ini. Wah, Aku benar-benar terkejut, Datsun yang mungil ini ternyata sangat nyaman untuk 8 orang. Aku sekeluarga duduk di kursi baris sopir berempat, sedang Teh Elis, Bang Dunih, Abdan dan Moza duduk di baris ke-2. Adapun baris ke-3 Si Bronzee penuh dengan barang-barang bawaan kami, koper, tas, dan lain sebagainya.

Sungguh, Datsun ini sangat nyaman untuk bepergian jauh. Meski bodinya ramping dan mungil, tapi teraa tidak sumpek. Apalagi AC-nya dingin, akselerasinya bagus, kami yang sempat terjebak macet di jalur Tol Cikampek selama 8 jam saat akan melalui lintas Selatan (menuju Bandung) tidak merasakan jemu. Ditambah, nyanyain dan senda gurau Athira dan Abdan membuat perjalanan ini begitu menyenangkan.

Lamban namun pasti, setelah 24 jam perjalanan, sekitar pukul 10 malam, tanggal 25 Desember 2014, kami pun sampai di Jogja. Lamanya perjalanan ini seakan tidak terasa. Terlebih minum buat Si Bronze juga irit sekali. Aku pun dibuat takjub dengan kehandalan Si Bronzee. Nyaman, aman, dan tentunya irit.

Keesokan harinya, kami pun menelusuri jalan-jalan Jogja, mulai angkringan, tugu Jogja, Kebun Binatang Gembira Loka dan tidak ketinggalan suasana malam Malioboro. Asyik banget pokoknya. Gak kebayang jika tidak ada Si Bronzee, belum tentu bisa senyaman ini melakukan perjalanan jauh.

Puncak perjalanan ke Jogja kami habiskan dengan menuju Borobudur, di Magelang. Betapa semangat dan senangnya Athira saat tahu akan diajak ke Borobudur. "Beh nanti kita naik sampai puncak Borobudur yah?" Pinta Athira kepada Abeh-nya.

Nah, lagi-lagi Aku senang, sebab Si Abeh dan Athira yang jarang sekali bermain bersama, kini mulai akrab dan mau berbagi peran. Kualitas kebersamaan mereka pun membuat Aku bahagia.

"Beh, kita sering-sering yah jalan-jalan naik Datsun, semakin jauh semakin bagus, soalnya Athira bisa deket-deket sama Abeh dan Umi" kalimat sederhana, namun penuh makna dari Athira. Dengan Datsun memang semakin membuat keluarga kami semakin akrab dan berkualitas.

Semenjak itu, Akupun semakin sering bepergian dengan keluargaku bersama si Bronze selama setahun terakhir. Diantaranya ke Pemandian Air Panas Guci, Tegal, dan baru-baru ini, perjalanan 3 hari-3 malam ke Way Kambas, Lampung.

Bagiku, semua perjalanan itu mengisahkan hal-hal yang membahagiakan bagiku bersama keluargaku. Siapa tahu, suatu saat nanti bisa pergi lebih jauh dengan Datsun, ke Jepang misalnya. Siapa yang tahu? Sebab, dengan Datsun, selama ini yang aku tidak pernah membayangkan bisa kemana-mana, akhirnya sampai jua. Mudah-mudaha. Aamien..!!

‪#‎ceritadatsun‬‬